Rabu, Juni 18, 2008

Monoshock Thunder buat touring..siapa takut !!!

Modifikasi Thunder 125 & 250 memang kebanyakan menganut gaya touring,terutama komunitas2 pemakai thunder yang memang penghobi touring. Tapi bukan berarti Thunder 125 tidak dapat dimodif sport naked bike dengan ciri aplikasi monosok, dan yang terpenting tetap layak dibawa touring jarak jauh.
Untuk penunjang, lebih baik mengganti swingarm (lengan ayun) bawaan thunder yang secara tampilan kurang sporty (pipa pendek) dan bahan kurang meyakinkan dengan lengan ayun custom (handmade), limbah moge, atau variasi khusus Thunder. Untuk membuat lebih sporty, ada baiknya memilih lengan ayun yg lebih panjang sehingga wheelbase (jarak sumbu roda) Thunder yg cm 1900 mm terlihat lebih panjang. Konsekuensinya butuh tambahan 3-5 mata rantai untuk menyambung sproket(gir) depan belakang,tergantung panjang lengan ayun. Dengan pertimbangan biaya dan kepresisian dalam pemasangan, lengan ayun sebaiknya memilih customs atau handmade karena kita juga dapat menentukan model, desain, dan lebar profil ban (dengan cakram) yang diinginkan selain tentu saja tidak perlu membuat bushing poros lengan ayun karena bisa disesuaikan dengan ukuran poros bawaan Thunder.


Untuk dudukan atas (titik pangkon monosok bagian atas) di Suzuki Thunder, sebaiknya mengambil di rangka tengah vertikal (subframe) tepat di bawah filter udara sehingga tidak perlu mengorbankan atau melepas filter udara. Teknik pengelasan yang baik diperlukan ketepatan agar kuat dan bisa menyetel sudut monosok. Untuk dudukan (pangkon) bawah ada 2 alternatif, (1)bisa memasang sistem klem dengan 2 plat 7 mm yang di las langsung di jembatan lengan ayun atau (2)menggunakan sistem unitrack. Sebagai catatan,penggunaan sistem unitrack harus dimulai dari desain lengan ayun sejak awal dan tentu saja menambah biaya membuat trackernya lagi. Kelebihan sistem unitrack yang baik akan memberikan kestabilan, monosok terlihat presisi, tidak terlalu menungging yang akan mengganggu handling. Kemiringan sudut monosok sebaiknya disesuaikan bobot rata2 pengendara (dengan boncenger), mulai dari 45 – 60 derajat. Setelah monosok dan lengan ayun terpasang,tinggal menyenterkan roda belakang dengan depan agar tetap simetris dengan penambahan bushing, apalagi bila menggunakan cakram belakang.

Biaya Monoshock Thunder :

  1. Swingarm Hadmade, atau variasi Rp. 250.000 - Rp. 500.000
  2. Unitrack Rp. 250.000
  3. Monoshock Jupiter MX / Satria FU (0ri) Rp. 350.000 - Rp. 500.000

Label:

4 Komentar:

Pada Minggu, Juli 20, 2008 10:29:00 PM , Anonymous Anonim mengatakan...

masngnya abis brp kang?

 
Pada Rabu, Desember 16, 2009 10:41:00 PM , Blogger yosa mengatakan...

alamat bengkelnya dimana ??

 
Pada Rabu, Desember 16, 2009 10:43:00 PM , Blogger yosa mengatakan...

alamat bengkelnya dimana bos ????

 
Pada Rabu, Desember 30, 2009 6:44:00 PM , Blogger Garut Thunder Motor club mengatakan...

karena gw berdomisili di bandung jg,jd waktu itu buat swingarm di soreang. lokasi kira2 500m dari stadion jalak harupat ke arah padalarang. tanya aja bengkel kang dede,khusus modifikasi trail. bs bawa model arm sendiri, kebetulan waktu itu buat 2 biji pake model aprilia dorsoduro sm aprilia mana-x. biaya buat arm uda termasuk masang/ngelas dudukan atas di rangka thunder. gw dah 2 tahun make gada masalah di rangka atau swingarmnya sendiri.

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda